Teori Siklus dan Contohnya Menurut Para Ahli

Teori Siklus dan Contohnya Menurut Para Ahli

Teori Siklus Menurut Para AhliManusia selalu mengalami perkembangan dilihat dari segi sosialnya. Perkumpulan manusia yang mempunyai batasan-batasan norma serta kebudayaan selalu mempunyai motivasi untuk melakukan perubahan sosial.

Aspek ekonomi, budaya, hukum, dan politik tidak luput dari adanya perubahan yang membentuk sebuah siklus sosial ini.

Sudah banyak ahli yang menguraikan mengenai definisi dari teori siklus dan contohnya menurut para ahli.

Kali ini salah satu kajian ilmu sosiologi ini akan dibahas lengkap dengan contoh-contohnya.

Teori Siklus dan Contohnya Menurut Para Ahli

Para sosiolog menguraikan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Namun, tidak semua aspek dapat digambarkan secara absolut dengan menggunakan teori siklus ini.

Namun, tidak semua aspek dapat digambarkan secara absolut dengan menggunakan teori siklus ini.

Ada beberapa persoalan yang dapat dideskripsikan dengan jelas pada satu teori, namun ada persoalan yang belum dapat dijelaskan pada teori yang sama sehingga memerlukan teori lain untuk menjawabnya.

Ternyata untuk bisa melakukan analisis sosial, teori siklus juga menjadi salah satu dasar yang dapat digunakan.

Berikut ini teori siklus beserta contoh-contohnya menurut para ahli.

Ahli sosiologi ini menyatakan bahwa manusia akan terus mengalami perkembangan peradaban sampai pada satu titik kemajuan tertinggi.

Namun, setelah mencapai kejayaannya, manusia akan kembali menjadi perusak kejayaannya sendiri.

Hal ini akan terjadi terus menerus secara berulang dan telah menjadi suatu siklus sosial.

Contoh dari kejadian ini adalah kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di dunia seperti kekaisaran romawi yang akhirnya hancur dan mengalami keruntuhan.

Tidak hanya itu di Indonesia terdapat kerajaan sriwijaya yang akhirnya juga mengalami keruntuhan.

Berbeda dengan Ibnu Kaldun, teori siklus Oswald Spengler lebih mengarahkan pandangannya kepada manusia secara individu.

Siklus kehidupan manusia yang dimulai dari masa anak-anak, remaja, hingga masa tua.

Setiap manusia akan mengalami perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap proses ini.

Contohnya saat masa anak-anak banyak dipengaruhi oleh pendidikan dari orang tua. Selepas itu proses input pendidikan banyak berasal dari sekolah, teman, dan keluarga.

Menginjak usia dewasa, manusia sudah mampu menemukan nilai-nilainya sendiri. Pada masa tua manusia sudah mantap dengan nilai-nilai hidupnya.

Sama halnya dengan Ibnu Kaldun, ahli sosiologi ini menjelaskan bahwa teori siklus ini akan dimulai dari suatu peradaban manusia yang primitif hingga mencapai puncak peradaban.

Setelah melampaui puncak suatu peradaban, berangsur-angsur suatu peradaban akan semakin menyusut dan menyusut sampai pada akhirnya mengalami suatu kehancuran.

Suatu saat akan muncul peradaban baru dan siklus tersebut akan terus terulang kembali.

Contohnya, seperti keruntuhan uni soviet yang kini telah terpecah belah menjadi negara-negara yang mandiri.

Setelah melampaui puncak suatu peradaban, berangsur-angsur suatu peradaban akan semakin menyusut dan menyusut sampai pada akhirnya mengalami suatu kehancuran.

Suatu saat akan muncul peradaban baru dan siklus tersebut akan terus terulang kembali.

Contohnya, seperti keruntuhan uni soviet yang kini telah terpecah belah menjadi negara-negara yang mandiri.

Teori siklus dan contohnya menurut para ahli sosiologi memang sangat menarik untuk dipelajari.

Terlebih lagi Anda juga ikut melakukan pengamatan-pengamatan dari kasus-kasus yang telah terjadi.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like